Review Praktikum Basis Data

DDL, DML, Agregrasi, dan Grouping
1. DDL (Definition Data Language)

DDL atau Definition Data Language Perintah yang digunakan untuk kepentingan penciptaan atau mendefinisikan database maupun bagian dari database, tabel, hingga penghapusan database atau tabel.Contoh :
> CREATE (untuk membentuk basis data, table atau index)
> DROP (untuk mengubah struktur table)
> ALTER (untuk menghapus basis data, table atau index)
Secara umum bentuk penulisannya sebagai berikut :

Create Table Nama_Tabel (Nama_Field DataType(Lenght), Nama_Filed2  DataType(Lenght),…)
Create Table Barang(
KodeBarang Char(6),
NamaBarang Varchar(30),
JumlahBarang Int,
HargaBeli Int,
HargaJual Int,
Satuan   Varchar(10))

2. DML (Data Manipulation Language)
DML atau Data Manipulation Language  yaitu perintah yang digunakan untuk memanipulasi data dalam tabel dari suatu database.

Contoh:
> SELECT – mengambil data
> DELETE – menghapus data
> INSERT – menyisipkan data
> UPDATE – mengubah data
Secara umum bentuk penulisannya sebagai berikut :

Insert into Nama_Tabel (Field1, Filed2,…) values(Nilai1, Nilai2, …)
Insert Into Barang(KodeBarang, NamaBarang, JumlahBarang, HargaBeli, HargaJual, Satuan) Values(‘SB0001’,’Beras Putra Kembar’,100,75000,85000,’Karung’)

3. Agregasi
Agregasi dalam SQL merupakan proses untuk mendapatkan nilai dari sekumpulan data yang telah dikelompokkan. Pengelompokan data didasarkan pada kolom atau kombinasi kolom yang dipilih.
Beberapa fungsi untuk agregasi adalah:

MAX : mencari data terbesar dari sekelompok data
MIN : mencari data terkecil dari sekelompok data
COUNT : mencari cacah data (data NULL tidak akan dimasukkan dalam perhitungan,kecuali disebutkan secara khusus)
SUM : mencari jumlah dari sekumpulan data numeris
AVG : mencari rerata dari sekumpulan data numeris

4. Grouping
Grouping adalah pengelompokkan data dalam suatu tabel berdasarkan salah satu kolom yang ada pada tabel tersebut. Di grouping terdapat empat perintah utama yakni Order By, Group By, Having, dan View.

Order By digunakan untuk manampilkan data yang diurutkan secara menaik atau menurun. Perintah umumnya
Select*from nama_tabel Order By nama_kolom ASC;
Select*from nama_tabel Order By nama_kolom DESC;

 

Group By yakni untuk mengelompokkan beberapa data pada perintah Select.

Select*from nama_tabel Group By nama_kolom;

 

Having yakni perintah yang fungsinya hampir mirip dengan perintah Where.Lebih tepatnya digunakan untuk menentukan kondisi tertentu pada fungsi agregasi. Perintah umumnya seperti berikut.
Select nama_kolom from nama_tabel Group By nama_kolom Having fungsi_agregasi;

 

View yakni sebuah tabel semu/bayangan. Data-data didalamnya dapat diambil dari beberapa tabel. Perintah umumnya seperrti berikut.
Create View nama_view as ;

CARA MENGGUNAKAN MULTIMETER / AVOMETER

Tugas Praktikum 3

Rangkaian Elektronika

Ilmu Komputer UPI 2014

 

  • Resume pertemuan ketiga.

CARA MENGGUNAKAN MULTIMETER / AVOMETER

Multimeter adalah alat yang berfungsi untuk mengukur Voltage (Tegangan), Ampere (Arus Listrik), dan Ohm (Hambatan/resistansi) dalam satu unit. Multimeter sering disebut juga dengan istilah Multitester atau AVOMeter (singkatan dari Ampere Volt Ohm Meter). Terdapat 2 jenis Multimeter dalam menampilkan hasil pengukurannya yaitu Analog Multimeter (AMM) dan Digital Multimeter (DMM).

Sehubungan dengan tuntutan akan keakurasian nilai pengukuran dan kemudahan pemakaiannya serta didukung dengan harga yang semakin terjangkau, Digital Multimeter (DMM) menjadi lebih populer dan lebih banyak dipergunakan oleh para Teknisi Elektronika ataupun penghobi Elektronika.

Dengan perkembangan teknologi, kini sebuah Multimeter atau Multitester tidak hanya dapat mengukur Ampere, Voltage dan Ohm atau disingkat dengan AVO, tetapi dapat juga mengukur Kapasitansi, Frekuensi dan Induksi dalam satu unit (terutama pada Multimeter Digital). Beberapa kemampuan pengukuran Multimeter yang banyak terdapat di pasaran antara lain :

  • Pengukuran atau Pengujian Transistor
  • Pengukuran atau Pengujian Dioda
  • Inductance (Induktansi) satuan pengukuran Henry
  • Frequency (Frekuensi) satuan pengukuran Hertz
  • Capacitance (Kapasitansi) satuan pengukuran Farad
  • Resistance (Hambatan) satuan pengukuran Ohm
  • Current (Arus Listrik) satuan pengukuran Ampere
  • Voltage (Tegangan) AC dan DC satuan pengukuran Volt

Bagian bagian penting multimeter

Multimeter atau multitester pada umumnya terdiri dari 3 bagian penting, diantanya adalah :

  1. Display
  2. Saklar Selektor
  3. Probe
    1. Hitam, untuk kutub negatif
    2. Merah, untuk kutub positif.

Gambar dibawah ini adalah bentuk Multimeter Analog dan Multimeter Digital beserta bagian-bagian pentingnya.Bagian-bagian Multimeter (Multitester)

Cara menggunakan multimeter digital secara umum.

  1. probe hitam dipasang di lubang hitam bertuliskan COM
  2. probe merah dipasang di lubang merah dan sesuaikan dengan apa yang akan kita ukur misalnya kuatarus, tegangan, ataupun hambatan
  3. putar saklar selector ke arah yang terdapat simbol “bunyi/suara” untuk mengecek apakah multimeter bisa berfungsi , dengan menempelkan kedua probe, jika ada suatu bunyi maka alat berfungsi
  4. putar saklar selector sesuai kebutuhan, jika ingin mengukur yang AC maka terdapat simbol “~” jika DC simbol kurang lebih seperti garis putus-putus. Jika ingin mengukur tegangan maka putar ke “V”, mengukur arus putar ke “A”, mengukur hambatan putar ke “Ohm (Ω)”
  5. tempelkan probe ke kutub masing masing
  6. lihat angka yang muncul pada display.

Mengecek tegangan dengan multimeter analog

  1. selector diputar ke skala yang terdekat dengan besar sumber tegangan
  2. tempelkan kedua belah probe ke kutub masing masing
  3. lihat angka yang ditunjukkan jarum pada baris yang sesuai skala max pada skalar selector
  4. hitung tegangannya dengan rumus=>> angka yg ditunjukkan jarum/skala max pada jarum  x  angka pada saklar selector

Mengecek hambatan dengan multimeter analog

  1. Mengukur hambatan, titik atau angka terkecil pada jarum sebelah kanan
  2. hitung manual terlebih dahulu sebuah resistor
  3. putar saklar selector ke ohm
  4. buat jarum ke titik 0 sebelah kanan dengan cara menempelkan kedua probe dan putar jarum sampai titik 0 sebelah kanan
  5. tempelkan probe ke kedua kutub resistor, karena tidak ada polaritas maka bebas di kutub manapun
  6. setelah itu hitung hambatan dengan rumus >> angka yang ditunjuk jarum x batas ukur

 

 

Komponen dan Rangkaian Seri & Paralel

Tugas Praktikum 1

Rangkaian Elektronika

Ilmu Komputer UPI 2014

 

  • Resume pertemuan pertama.

KOMPONEN

Komponen dalam bahasa dapat diartikan bagian dari sesuatu rangkaian yang memiliki fungsi khusus dalam membentuk suatu rangkaian tertentu. Maka komponen yang dimaksud disini ialah bagian dari rangkaian elektronika yang memiliki fungsi khusus.

Komponen sendiri dibagi 2, yaitu:

  1. Komponen Pasif
  • Komponen yang tetap berfungsi walaupun tanpa listrik.

Contoh komponennya sebagai berikut,

  • Kapasitor

Kapasitor atau disebut juga dengan Kondensator adalah Komponen Elektronika Pasif yang dapat menyimpan energi atau muatan listrik dalam sementara waktu. Fungsi-fungsi Kapasitor (Kondensator) diantaranya adalah dapat memilih gelombang radio pada rangkaian Tuner, sebagai perata arus pada rectifier dan juga sebagai Filter di dalam Rangkaian Power Supply (Catu Daya). Satuan nilai untuk Kapasitor (Kondensator) adalah Farad (F).

  • Resistor

Resistor biasa juga disebut hambatan, yaitu komponen yang menghambat arus listrik yang mengalir pada suatu rangkaian elektonika serta memiliki satuan Ohm yang dilambangkan dengan (Ω).

Nilai Resistor yang berbentuk Axial adalah diwakili oleh Warna-warna yang terdapat di tubuh (body) Resistor itu sendiri dalam bentuk Gelang. Umumnya terdapat 4 Gelang di tubuh Resistor, tetapi ada juga yang 5 Gelang. Gelang Terakhirnya merupakan nilai toleransi pada nilai Resistor yang bersangkutan.

Tabel dibawah ini adalah warna-warna yang terdapat di Tubuh Resistor :

Tabel Kode Warna Resistor

Berikut contoh perhitungannya:

Cara menghitung nilai resistor 4 gelang

  • Induktor

Induktor atau disebut juga dengan Coil (Kumparan) adalah komponen yang berfungsi sebagai pengatur frekuensi, filter dan juga sebagai alat kopel (Penyambung). Induktor atau coil banyak ditemukan pada peralatan atau rangkaian elektronika yang berkaitan dengan Frekuensi seperti Tuner untuk pesawat Radio. Satuan Induktansi untuk nduktor adalah Henry (H).

Jenis-jenis Induktor (Coil)

2. Komponen Aktif

  • Komponen yang berfungsi dengan listrik.

Contoh dari komponen aktif, sebagai berikut,

  • Dioda

Diode adalah Komponen Elektronika Aktif yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah dan menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Diode terdiri dari 2 Elektroda yaitu Anoda dan Katoda.

Jenis-jenis Dioda

  • Transistor

Transistor merupakan komponen yang memiliki banyak fungsi dan merupakan Komponen yang memegang peranan yang sangat penting dalam dunia Elektronik modern ini. Beberapa fungsi Transistor diantaranya adalah sebagai Penguat arus, sebagai Switch (Pemutus dan penghubung), Stabilitasi Tegangan, Modulasi Sinyal, Penyearah dan lain sebagainya. Transistor terdiri dari 3 Terminal (kaki) yaitu Base/Basis (B), Emitor (E) dan Collector/Kolektor (K). Berdasarkan strukturnya, Transistor terdiri dari 2 Tipe Struktur yaitu PNP dan NPN. UJT (Uni Junction Transistor), FET (Field Effect Transistor) dan MOSFET (Metal Oxide Semiconductor FET) juga merupakan keluarga dari Transistor.

Jensi-Jenis Transistor

  • IC (Intergrated Cicuit

IC (Integrated Circuit) adalah Komponen Elektronika Aktif yang terdiri dari gabungan ratusan bahkan jutaan Transistor, Resistor dan komponen lainnya yang diintegrasi menjadi sebuah Rangkaian Elektronika dalam sebuah kemasan kecil. Fungsi IC juga beraneka ragam, mulai dari penguat, Switching, pengontrol hingga media penyimpanan. Pada umumnya, IC adalah Komponen Elektronika dipergunakan sebagai Otak dalam sebuah Peralatan Elektronika. IC merupakan komponen Semi konduktor yang sangat sensitif terhadap ESD (Electro Static Discharge).

Jenis-jenis IC (Integrated Circuit)

  • Resume pertemuan kedua.

RANGKAIAN SERI DAN PARALEL

 

  1. Rangkaian Seri

Rangkaian yang terdiri dari beberapa resistor atau hambatan yang memiliki sumber tegangan yang disusun seri.

Rumus dari rangkaian seri .

Rtotal = R1 + R2 + R3 + ….. + Rn

Dimana :
Rtotal = Total Nilai Resistor
R1 = Resistor ke-1
R2 = Resistor ke-2
R3 = Resistor ke-3
Rn = Resistor ke-n

Rumus dan Rangkaian Seri Resistor

2. Rangakaian Paralel

Rangkaian yang terdiri dari beberapa resistor atau hambatan yang memiliki sumber tegangan yang disusun paralel.